Selasa, 27 Maret 2012

PEMBIASAAN HIDUP RAMAH LINGKUNGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR


                                            LAPORAN OBSERVASI  

I.             JUDUL
Adapun judul dalam laporan ini adalah “Pembiasaan Hidup Ramah Lingkungan Pada Siswa Tingkat Sekolah Dasar”

II.          LATAR BELAKANG
Lingkungan bersih semakin sulit ditemukan. Dengan sulitnya ditemukan lingkungan yang bersih maka, semakin sulit pula bagi kita untuk dapat menikmati keindahan suasana daerah asri yang dapat membuat kita lebih tenang dan dapat menikmati kesejukan udara. Daerah seperti ini hanya dapat dibayangkan saja apabila tidak kita mulai dari sekarang untuk menciptakan keadaan lingkungan yang bersih, minimal dilingkungan kita sendiri.
Lingkungan yang bersih adalah dambaan setiap orang. Karena pada saat ini kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana karena ulah manusia. sampah misalnya terjadi penumpukan dimana-mana, yang membuat lingkungan yang bersih dan indah menjadi kotor dan berbau. Soedowo dalam rohmah (2008) mengatakan “Sampah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang harus di buang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia termasuk kegiatan industri tetapi bukan biologis”
Dalam kehidupan sehari-hari kita selama hidup selalu menghasilkan sampah, maka dari itu kita sudah selayaknya untuk mengurangi jumlah produksi sampah yang terus bertambah. Pengurangan tersebut harus dimulai dari individu masing-masing, keluarga, masyarakat dan lingkungan. Untuk mengurangi jumlah produksi sampah kita harus membiasakan diri untuk hidup ramah lingkungan. Pembiasaaan diri ramah lingkungan dimulai pada anak usia sekolah dasar serta perlu adanya pembiasaan-pembiasaan yang harus diberikan oleh guru. Sebagai calon guru sudah selayaknya nanti dapat menginformasikan kepada anak didik agar dapat mengurangi produksi sampah dengan membiasakan diri ramah lingkungan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dilihat bahwa masalah kebersihan dan hidup ramah lingkungan masih sulit ditemukan. Salah satu bentuk hidup ramah lingkungan pada tingkat sekolah dasar adalah membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan sekolah. Oleh karena itu, dalan laporan ini penyusun mengambil judul ” Pembiasaan Hidup Ramah Lingkungan Pada Siswa Tingkat Sekolah Dasar”.

III.       RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam laporan ini sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan hidup ramah lingkungan?
2.      Dimana dimulai pembiasaan hidup ramah lingkungan?
3.      Mengapa dalam membiasakan diri ramah lingkungan dimulai dari siswa sekolah dasar?
4.      Bagaimana cara membiasakan diri hidup ramah lingkungan pada siswa sekolah dasar?
5.      Kapan dimulai membiasakan diri hidup ramah lingkungan pada siswa sekolah dasar?

IV.       TUJUAN
Adapun tujuan dalam laporan ini sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui yang dimaksud dengan hidup ramah lingkungan
2.      Untuk mengetahui dimulainya pembiasaan hidup ramah lingkungan
3.      Untuk mengetahui mengapa dalam membiasakan diri ramah lingkungan dimulai dari siswa sekolah dasar
4.      Untuk mengetahui bagaimana cara membiasakan diri hidup ramah lingkungan pada siswa sekolah dasar
5.      Untuk mengetahui kapan dimulai membiasakan diri hidup ramah lingkungan pada siswa sekolah dasar

V.          LANDASAN TEORI
A.    Ramah lingkungan
Hidup ramah lingkungan merupakan gaya hidup seseorang untuk mengurangi atau menekan jumlah kerusakan alam yang dilakukan oleh manusia. Hidup ramah lingkungan sudah selayaknya diterapkan di Indonesia karena keadaan alam di Indonesia yang semakin memburuk karena kegiatan dan tingkah laku manusia yang dapat mengganggu keseimbangan alam serta kurang mengerti dengan dampak buruknya sampah.
Dalam pelaksanaan hidup ramah lingkungan perlu adanya pengertian dari semua pihak untuk menjalankannya. Mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat lembaga serta lingkungan itu sendiri. Hidup ramah lingkungan dimulai dari hal yang umum terjadi yaitu masalah sampah yang sering ditemukan dimanapun kita berada. Harso dalam manfaatias (2008) menjelaskan ”Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 4R yaitu Reduce, Reuse, Recycle dan Replace. Artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah yang telah ada, mendaur ulang sampah yang telah terpakai dan mengganti barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama”
B.     Bangaunan
Bangaunan yang ramah lingkungan yaitu bangaunan yang mempunyai beberapa syarat antara lain mendapat sinar matahari yang cukup, sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan, sejuk, tempat MCK yang ideal, ada penghijauan, bersih, jauh dari polusi dan tidak terlalu banyak kaca yang dipasang. Imelda dalam oktaviarini (2008) menjelaskan syarat-syarat bangunan yang ramah lingkungan dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu iklim yang ideal, kondisi lingkungan yang baik, serta pemilihan lokasi yang tepat”.
Bangunan yang ramah lingkungan sangat mempengaruhi penghuninya untuk memperoleh ketenangan, kedamaian dan kebahagaiaan. ”untuk menjaga agar bangunan tetap ramah lingkungan perlu adanya dukungan dari berbagai aspek antara lain lingkungan yang bersahabat ... dan kesadaran penghuninya untuk menjaga kebersihan”. Sastrawijaya (2000: 40). Bangunan merupakan suatu lingkungan tempat hidup yang dibuat untuk dihuni. Banyak waktu kita habiskan di dalam bangunan. Karena itu bangaunan banyak terpengaruh oleh berbagai kegiatan. Sebagian pengaruh positif dan juga ada pengaruh yang negatif.
Bahan bangunan dan cat misalnya banyak yang mengandung zat yang berbahaya. Sebagai contoh adalah asbestos (esbes) dan cat yang mengandung timbal, hal ini sangat membahayakan penghuninya karena dapat menimbulkan berbagai macam kanker. ”asbestos dapat menyebabkan kanker paru-paru, mesotheioma pleura, dan peritonium ... timbal dalam debu berasal dari cat dapat termakan oleh anak-anak” Soemarwoto (2004: 67)
C.    Sampah
Ekayana dalam permana (2008: 3) menjelaskan “sampah adalah benda atau barang yang sudah tidak dipakai, tidak diinginkan, dan dibuang”. Berdasarkan dari sumbernya sampah dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu sampah domestik dan sampah non domestik. Sampah domestik yaitu sampah yang dihasilkan dari manusia langsung. Sampah non domestik yaitu sampah yang di hasilkan dari manusia secara tidak langsung. Ririen dalam fajrin (2008) menjelaskan ”sampah domestik yaitu sampah yang sehari-harinya dihasilkan akibat kegiatan manusia secara langsung, misal rumah tangga ... sampah non domestik yaitu sampah yang sehari-hari dihasilkan dari kegiatan manusia secara tidak langsung seperti pabrik”.
Macam sampah ada dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik yaitu sampah yang dihasilkan dari makluk hidup dan sampah anorganik yaitu sampah yang tidak berasal dari makhluk hidup. Menurut Permana (2008) ” Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak berasal dari makhluk hidup ... Sampah organik merupakan sampah yang dihasilkan oleh makhluk hidup”
Sampah yang sering ditemukan dilingkungan sekitar yaitu sampah kertas, plastik dan sampah organik seperti daun. Sampah kertas dan plasti sulit terurai dalam tanah bahkan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk menguraikannya. Apabila jenis sampah ini tidak segera ditangani dengan benar akan dapat merusak lingkungan. Caranya yaitu dengan mendaur ulang sampah kertas dan plastik menjadi barang lain yang lebih berguna serta mengomposkan sampah daun tersebut agar keseimbangan lingkungan dapat terjaga.
Kertas daur ulang memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek, meliputi aspek lingkungan dan aspek ekonomi. Aspek lingkungan meliputi, (1) mengurangi polusi udara karena pembakaran sampah kertas, (2) mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan sampah, (3) mengurangi penebangan hutan untuk pulp (bubur kayu). Aspek ekonomi meliputi, (1) menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan sampah, (2) mengurangi volume sampah, (3) memiliki nilai jual lebih tinggi, (4) menciptakan lapangan pekerjaan. ”Kertas daur ulang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan tangan dan souvenir yang cantik serta mempunyai daya jual lebih”.  http://wordpress.org/ dalam permana (2008)
Masalah sampah apabila pengelolaannya kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, seperti bau busuk, pemandangan tidak sedap dan timbulnya bibit penyakit yang mengancam kesehatan manusia. Selain dampak negatif sebenarnya sampah juga mempunyai dampak positif jika dikelola dengan baik dan benar. ”Sampah dapat memberikan nilai ekonomis serta dapat membantu menjaga kelestarian alam” rohmah (2008). Dampak positif tersebut nantinya akan kembali kepada makluk hidup sebagai penguasa tunggal alam.



VI.       PAPARAN DATA

Data hasil observasi SDN Kotes 01





No
Nama tempat
Aspek yang diamati
Keterangan
Kebersihan
Penempatan
1
Kelas 1
Bersih
Ideal
1 Ruangan
2
Kelas 2
Bersih
Ideal
1 Ruangan
3
Kelas 3
Bersih
Ideal
1 Ruangan
4
Kelas 4
Bersih
Ideal
1 Ruangan
5
Kelas 5
Bersih
Ideal
1 Ruangan
6
Kelas 6
Bersih
Ideal
1 Ruangan
7
Kantor
Bersih
Ideal
1 Ruangan
8
UKS
Bersih
Ideal
1 Ruangan
9
Perpustakaan
Bersih
Ideal
1 Ruangan
10
Toilet
Kurang bersih
Ideal
2 Ruangan
11
Koperasi
Bersih
Ideal
1 Ruangan
12
Asrama guru
Bersih
Ideal
1 Ruangan
13
Kantin
Kurang bersih
Ideal
1 Ruangan
14
Gudang
Kotor
Ideal
1 Ruangan
15
Tempat sampah
Kotor
Ideal
2  Tempat
16
Halaman
Bersih
Ideal
1  Tempat
17
Toga
Bersih
Ideal
1  Tempat

Menurut data hasil observasi yang telah dilakukan di SDN Kotes 01. SD Kotes 01 memiliki tata ruang, kebersihan, dan pengaturan sampah yang baik. Sampah dedaunan dijadikan kompos dengan cara ditimbun tiap 1 minggu sekali dan sampah plastik serta sampah pembungkus jajanan dibuang di tempat sampah yang telah disediakan di depan kelas. Untuk sampah kertas hasil dari kegiatan semua anggota sekolah disimpan di gudang untuk nantinya kalau sudah penuh akan dijual ke pengepul sampah dan hasil penjualannya akan digunakan untuk kas sekolah.
Di sekolah ini dari dulu juga sudah diterapkan untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, tetapi sebelum dibuang sampah harus dipilah dulu untuk membedakan sampah yang organik dan sampah anorganik untuk dimasukkan pada tempat sampah yang berbeda, serta membersihkan kelas tiap pulang sekolah menurut jadwal piket yang telah dibentuk. Apabila dalam proses belajar ada siswa yang membuang sampah di dalam kelas akan diberi peringatan agar tidak mengulangi hal yang serupa.
Mulai dari 1 tahun terakhir semua siswa apabila masuk kedalam kelas tidak boleh memakai sepatu dan penempatan sepatu harus ditata rapi di luar kelas. Hal ini diperuntukkan agar lantai kelas tetap bersih dan mengkilap. Semua alat dan bahan yang dipakai dalam proses belajar mengajar sudah modern, praktis dan ramah lingkungan. Seperti sudah tidak menggunakan kapur tulis, papan tulis hitam, serta sudah menggunakan media-media pembelajaran yang modern. Kapur tulis tidak digunakan lagi karena kapur tulis dapat mengganggu kesehatan siswa khususnya pada sistem pernafasan yang mengakibatkan batuk serta penyakit yang dapat mengancam lainnya.

VII.    PEMBAHASAN
Hidup ramah lingkungan adalah suatu cara seseorang untuk hidup seimbang dengan cara mengurangi produksi sampah. Hidup ramah lingkungan merupakan gaya hidup seseorang untuk mengurangi atau menekan jumlah kerusakan alam yang dilakukan oleh manusia. Hidup ramah lingkungan sudah selayaknya diterapkan di Indonesia karena keadaan alam di Indonesia yang semakin memburuk karena kegiatan dan tingkah laku manusia yang dapat mengganggu keseimbangan alam serta kurang mengerti dengan dampak buruknya sampah.
Harso dalam manfaatias (2008) menjelaskan ”Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 4R yaitu Reduce, Reuse, Recycle dan Replace. Artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah yang telah ada, mendaur ulang sampah yang telah terpakai dan mengganti barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama”
Hidup ramah lingkungan dimulai dari diri sendiri dengan cara membiasakan diri hidup ramah lingkungan bagi orang yang sadar tentang keadaan lingkungan. Sebagai seorang calon guru yang mengerti keadaan lingkungan saat ini sangat perlu memberi informasi kepada siswa untuk membiasakan diri hidup ramah lingkungan, dimulai dari lingkungan sekolah dasar. Dengan berjalannya waktu siswa dapat membiasakan diri hidup ramah lingkungan di sekolah dasar maka akan tertular pula hidup ramah lingkungan di lingkungan keluarga.
Membiasakan diri hidup ramah lingkungan pada anak usia sekolah dasar akan lebih mudah ketimbang membiasakan diri hidup ramah lingkungan pada usia dewasa, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa hidup ramah lingkungan dilaksanakan oleh orang dewasa karena tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Sebab anak usia sekolah dasar mempunyai daya serap terhadap materi dan kebiasaan yang tinggi sehingga anak lebih cepat menguasai kebiasaan-kebiasaan yang baru didapatkannya. ”anak usia sekolah dasar mempunyai tingkat afektif, kognitif dan psikomotor yang masih setia” Winarti (2001).
Cara membiasakan diri ramah lingkungan pada anak sekolah dasar yaitu dengan cara membiasakan diri di sekolah seperti membuang sampah pada tempatnya dan dapat mengajarkan cara memilah sampah, sekaligus cara mendaur ulangnya. Untuk sampah yang mudah busuk seperti dedaunan, bisa dijadikan pupuk kompos. Sedangkan untuk sampah plastik, botol, kertas, bisa didaur ulang menjadi benda lain. Aktivitas ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas anak.
Dengan pembiasaan dan juga teladan dari guru diharapkan tidak hanya siswa yang bisa berlaku ramah lingkungan, tetapi juga bisa menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Ketika anak menjadi dewasa, ia akan tetap peduli terhadap lingkungan, di mana pun ia berada, apa pun perannya dan apa pun jenis aktivitasnya. Dimulainya pembiasaan hidup ramah lingkungan pada siswa dilakukan sedini mungkin agar lebih cepat anak dapat mengerti sekaligus menerapkannya pada lingkungan sehingga semakin cepat pula keadaan lingkungan yang idaman dapat dirasakan. Dalam kegiatan ini seharusnya tidak perlu menunda-nunda waktu karena produksi sampah tidak pernah ditunda-tunda.

VIII. KESIMPULAN
Dari berbagai uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kita sebagai calon guru harus dapat menginformasikan dan menerapkan hidup ramah lingkungan sesegera mungkin kepada siswa. Karena kalau tidak, hidup sehat dan keindahan lingkungan hanya bayangan saja apabila tidak dimulai dari sekarang hidup ramah lingkungan. Mengingat bahaya penyakit yang ditimbulkan dari sampah apabila tidak ditangani secara benar.
Maka dari itu harus ditanamkan kepada siswa untuk hidup ramah lingkungan. Karena siswa sekolah dasar adalah calon penerus generasi bangsa yang diwarisi untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik.
IX.       SARAN
Diharapkan siswa hidup ramah lingkungan sehingga dapat mengajak masyarakat turut hidup ramah lingkungan sehingga terciptalah suasana yang bersih dan indah.
Diharapkan setiap lapisan masyarakat mampu memanfaatkan sampah atau barang yang sudah tidak dipakai menjadi barang yang lebih berguna. Agar sampah-sampah tersebut tidak mencemari lingkungan sekitar. Serta mulailah untuk hidup ramah lingkungan

X.          DAFTAR RUJUKAN
Fajrin. Ria.2008. Pengelolaan Sampah di Pemda Kota Blitar. Blitar

Manfaatias, Alipiana. 2008. Mendaur Ulang Kertas Sampah. Blitar

Oktaviarini, Nourma. 2008. Karakteristik Rumah Idaman dan Rumah yang tidak diharapkan. Blitar

Permana, Erwin. 2008. Daur Ulang Sampah Kertas Putih. Blitar

Rochmawati, Pipit. 2008. PUPUK KOMPOS. Blitar

Rohmah, Risalatur. 2008. Pengelolaan Sampah Anorganik di Kota Blitar. Blitar

Sastrawijaya. Tresna. 2000. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta

Soemarwoto, Otto. 2004. ATUR DIRI SENDIRI. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Winarti. 2001. Psikologi Pembelajaran Peserta Didik. Blitar



Tidak ada komentar:

Posting Komentar